Manusia atau Teknologinya

Manusia Global

Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa pandangan dan sikap masyarakat terhadap hasil kemajuan teknologi pada umumnya tidak wajar dan tidak objektif. Salah satu contoh yang sering kita jumpai ialah pendapat orang tentang obat-obatan. Seseorang yang telah beberapa lama mengidap penyakit, berulang-ulang pergi berobat kedokter. Setelah menggunakan obat baru itu, ia merasa sembuh. Dalam pikirannya, ia sembuh berkat obat baru itu. Oleh sebab itu, dipuji-pujinya obat baru itu. Bila sebaliknya si penderita tidak juga sembuh, pastilah dokter yang disalahkan. Orang akan mengatakan bahwa dokter kurang becus, sedangkan dokter akan menyalahkan si penderita karena kurang patuh mengikuti nasihat-nasihatnya.

Beberapa contoh yang juga lazim kita jumpai dalam masyarakat yaitu dalam perkembangan teknik kendaraan bermotor, teknik pengolahan tanah, dan televisi. Kemajuan teknologi memasuki dan mempengaruhi kehidupan mereka.

Seorang pengendara mobil, misalnya berhasil menempuh jarak Bandung – Jakarta lewat Puncak dalam waktu tiga jam. Dengan bangga ia memuji jalan raya yang licin serta mobil mulusnya yang sanggup melaju 110 km per jam. Dipuji-pujinya kemajuan teknologi yang dapat menyediakan fasilitas yang baik itu karena jarak 110 km dapat ditempuhnya dengan aman serta dalam waktu yang cukup singkat. Apabila ditengah jalan ia mendapat kecelakaan, pastilah pejalan kaki atau pengendara sepeda yang diperkirakan kurang hati-hati memakai jalan. Juga dalam kecelakaan ini orang bukan menyalahkan mobil yang kurang baik konstruksinya, melainkan pengendaranya atau pemakai jalan yang lain.

Televisi dan satelit komunikasi merupakan bukti kemajuan teknologi yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Secara langsung masyarakat dapat menyaksikan pertandingan final perebutan Piala Champions serta peristiwa – peristiwa lain di luar negeri melalui televisi. Melalui televisi itu pula masyarakat berkenalan dengan kehidupan mewah yang mau tak mau menimbulkan kecenderungan mengikuti pola hidup yang mungkin di Iuar jangkauan kemampuan masyarakat pada umumnya. Apabila hal ini terjadi, pastilah bukan pesawat televisi yang tidak menaati anjuran pemerintah untuk melaksanakan pola hidup sederhana.

Begitu pula halnya dalam dunia pertanian yang kini dibina oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan). Kenaikan produksi yang dapat dicapai dinyatakan sebagai hasil pemakaian pupuk buatan pabrik, hasil pengadaan irigasi yang baik, hasil mekanisasi, dan sebagainya. Tak seorangpun memuji ketekunan para petani penghasil beras itu. Namun, apabila terjadi kegagalan panen padi akibat serangan hama, atau kurangnya hasil perikanan ikan air tawar akibat pencemaran, yang kemudian mengakibatkan meningkatnya pengangguran di kalangan kaum wanita dan kaum remaja, pastilah iklim serta sikap petani mendapat celaan masyarakat luas. Keduanya akan dianggap sebagai penyebab segala kegagalan.

Jika sudah begini, sudah siapkah kita untuk objektif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: