Anjing dan Kucing

Dua sejoli yang baru jadian tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah pinggir kota pada suatu malam penuh bintang yang indah, setelah santap malam yang romantis.

Mereka sedang menikmati kebersamaan yang membuat mereka bahagia, hingga suatu saat mereka mendengar suara dari kejauhan: “Guk! Guk!”

“Dengar … ,” ujar sang wanita, “Itu pasti kucing.”
“Bukan, bukan. Itu suara anjing,” balas sang pacar.
“Nggak, aku yakin itu kucing,” sang wanita bersikeras.
“Mustahil. Suara kucing itu ‘Miauu Miauu Miauu!’, anjing itu ‘Guk! Guk!’, Itu anjing, Sayang,”
tukas sang pacar dengan disertai tanda-tanda awal kekesalan.

“Guk! Guk!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara Anjing,” kata si pria.
“Bukan, Sayang. Itu kucing. Aku yakin betul,” tandas sang wanita, sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a … da … lah … An … jing, A-N-J-I-N-G. Anjing!! Mengerti?!”
Sang pacar berujar dengan nada gusar.
“Tapi itu kucing,” masih saja sang wanita kukuh pada pendiriannya.
“Itu jelas-jelas Uan … jing, kamu … kamu …”

Terdengar lagi suara, “Guk! Guk!”
sebelum sang pacar mengutarakan sesuatu yang sebaiknya tak terucap dari mulutnya.
Sang wanita sudah hampir menangis, “Tapi itu kucing …”
Sang pacar melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata Sang wanita kekasihnya, dan akhirnya, ingat kenapa dia mau menjadi pacarnya.

Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,
“Maafkan aku, Honey. Kurasa kamu benar. Itu memang suara kucing kok.”
“Terima kasih, Honey,” kata sang wanita sambil menggenggam tangan pacarnya.
“Guk! Guk!”
terdengar lagi suara dari pinggiran kota, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

—————————————————————————————————————————————-

Sang pria yang akhirnya sadar :
Siapa sih yang mau peduli itu anjing atau kucing?
Bukankah lebih penting bagi dia untuk menjaga keharmonisan hubungannya dengan sang wanita yang membuat kedua sejoli itu dapat menikmati hangatnya kebersamaan pada malam yang indah ini.

Berapa banyak hubungan yang putus hanya karena hal-hal yang sepele?
Berapa banyak perceraian yang timbul gara-gara “anjing atau kucing”?
Ketika mau memahami, maka kita akan sadar apa yang menjadi prioritas dalam sebuah hubungan. Sebuah hubungan yang penuh pengertian jauh lebih penting daripada mencari siapa yang benar tentang apakah itu anjing atau kucing. Lagian juga, kan sering tuh, kita ngerasa hakul yakin, amat sangat keukuh dan mantap bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita yang salah? Lho, siapa tahukan? Mungkin saja itu adalah kucing yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti anjing!😀 wkwkwkwk …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: