Aku ada Untukmu

Seiring detik demi detik berjalannya waktu.
Selangkah demi selangkah, kakiku terus melaju.
Walau terkadang harus merangkak, jalan atau berlari.

Namun suatu saat,
Langkah ini pasti akan berhenti.
Aku yakin kau kan mencari dan merindukan aku.

… Aku ada Untukmu …
Spontanku hatiku berujar

Hadiah terbaik buatku,
Bukan bintang yang bergantung dilangit rajutanmu,
Bukan pula menariknya anggur merahmu, diantara sajian intan ditempat tak berbayang.

Berlarilah kelautan kasihku.
Dekat sebuah kayu bersilang disana,
Dekat diatas rumput yang memerah,
Direndaman jerami dijengkalku.

Sudah..
Aku sudah merangkainya untukmu,
Sudah jua menangis untukmu.

Diamlah dalam dekapku,
Karena kau tenang disini.
Bijaklah disaat kebodohan menjadi kegembiraanmu,
Inilah saat yang pas,
Sebab malam tak bertanda, juga siangnya tak berpamit.

Berjalanlah terus.
Kau takkan sendiri, Kasihku memegangmu.
Sampai untaian lakon hidup terakhir dipinggiran waktu,
… aku ada untukmu …

Aku yakin,
Suatu saat akan terdengar ucapan
“Aku rindu candamu … ”

Maka saat ini tersenyumlah …
Sebelum masa penantian itu datang …
Sebelum kau katakan “Aku rindu candamu … ”
Sebab aku datang dengan kata, “Rinduku setahun lebih lamanya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: