Bila Memang Bukan Dirimu

Rain

Dear yang di Cinta..
Bila memang bukan dirimu wanita yang tepat untukku
Mengapa hatiku merasa sangat senang saat bayangmu menghampiri ruang imaji-ku?
Bila memang bukan dirimu wanita yang tepat untukku
Mengapa saat kau bersandar dipundakku, aku merasa bahagia dapat menopangmu?

Bila dirimu memang tidak tercipta untukku
Mengapa hatimu merespon seruan harmoni hati ini?
Bila dirimu memang tidak tercipta untukku
Mungkinkah aku memiliki daya untuk bertahan
dan kembali bangkit berdiri untuk terus menjalani sisa hidupku?

Bila memang aku tidak membutuhkanmu
Mengapa aku menangis di atas ranjangku?
Bila memang aku tidak membutuhkanmu
Mengapa namamu selalu menggema di kepalaku?

Bila dirimu tidak tercipta untukku
Mengapa jarak yang tercipta di antara kita melukai hidupku?
Bila dirimu tidak tercipta untukku
Mengapa aku selalu memimpikanmu sebagai istriku?

Sampai sejauh ini Aku memang belum mengerti apa itu hidup.
Aku tahu ia adalah sebuah perjalanan,
perjalanan yang cukup panjang untuk dijalani seorang diri.
Diriku, dirimu atau bahkan orang-orang disekitar yang Kita sayangi,
tidak pernah tahu apa yang akan dibawa Sang Pengatur Takdir,
untuk detik-detik yang akan kita jalani di masa depan.
Namun satu hal yang Aku tahu, Kau ada di sini bersamaku saat ini.

Kita akan melaluinya.
Kita berdua, Kau dan Aku, akan melalui dan mengatasi setiap rintangan yang menghadang.

Aku tidak tahu mengapa kini Kau terasa begitu jauh
Tapi aku tahu bahwa semua yang kita alami ini adalah nyata
Kita akan melewati ini semua dan tetap terus berharap
Kau akan menjadi satu satunya wanita, tempat aku berbagi kehidupan
dan Kuharap bersamamu kan kuhabiskan sisa hidupku,
hingga akhirnya Kuharap kau akan menemaniku hingga aku menutup mata.

Sejauh ini dalam setiap doa permohonan yang kukirimkan kepada Sang Pelindung Waktu,
Aku selalu memohon, semoga bersamamulah akan kudirikan rumahku kelak.
dan ku mohon agar Aku dapat terus mencintaimu sepanjang waktu dalam hidupku.

Aku kini aku merindu jiwa dan raga mu, sebegitu dalamnya
Seorang wanita yang telah membawa seluruh nafas yang kupunya
Hingga akupun hanya dapat bernafas dengan menghirup dirimu masuk ke dalam hatiku
Dan berdoa, semoga aku punya kekuatan untuk berdiri dan memulai hari ini

Karena kini Aku mencintaimu, Aku tidak lagi peduli meskipun semua ini benar atau salah
Meskipun aku tidak bisa bersamamu malam ini
Kau tahu hatiku selalu berada di sisimu.

Aku tidak ingin melarikan diri, namun aku tidak bisa lagi menanggungnya,
Aku tidak mengerti,
Bila aku tidaklah tercipta untukmu, lalu mengapa hatiku berkata sebaliknya?
Adakah jalan agar aku dapat tinggal dalam rengkuhan jiwamu?

Jakarta, of June 26, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: