Bisa Dapat Mampukah ?

Bisakah engkau melihat ?
Dapatkah dirimu mendengar ?
Mampukah kamu merasakan ?

Pertanyaan yang terlontar dari lubuk hatiku..

Jujur saja,
Entah mengapa tiba-tiba sejuta tanda tanya membuncah..
Laiknya bunga merekah saat hujan datang menyentuh dahaganya..

Demikian juga rasa ini,
Rasa haus akan dirimu menghinggapiku sudah gampir sejam lamanya..

Bisakah engkau melihat ?
Dapatkah dirimu mendengar ?
Mampukah kamu merasakan ?

Lara yang mengendap dalam hati..
Duka yang yang timbul karena perjuangan tanpa ujung tuk sekedar melalui rasa sakit..

Kini..
Dapatkah Kamu mencari atau bahkan melihat,satu hari yang cerah untuk dapat kulalui ?
Bila tak ada di hari kemarin yang telah berlalu, mungkinkah hari itu ada dimasa depan ?

Sehari saja..

Sempat terbersit dalam hati,
Apakah mungkin untuk membeli momen yang paling diinginkan setiap orang itu?
Bila ya jawabmu,
Maukah kau menanyakannya kesetiap tempat atau bahkan toko yang menjualnya untuk aku?
Apapun yang ada atau bahkan yang tersisa?
Atau bila ada, mungkinkan ada penyembuhnya ?
Atau sebuah cara untuk menemukannya ?

Ingin kudongakkan kepala ini..
Meski tertunduk lemah..
Menatap nanar sepasang kaki lunglai tanpa gairah ini..
Tak terasa air mata deras mengalir membanjiri sanubari yang terluka..
Meraung dalam kesendirian yang penuh nikmat..

Ya, penuh nikmat, apa yang lebih nikmat dari pada kesendirian ?
Apa yang lebih nikmat ketika hidup ini hampa..
Penuh ratap..
Dalam penyesalan ketika sudah seharusnya kutinggalkan sebuah dermaga..
Kesendirian bukan ?

Kini aku hidup dan aku tetap hidup!!
Dalam jiwa penuh bau kematian, Aku sudah mati!!
Dalam raga zombie ini..
Kau “mati”!!
Mereka “juga”!!
Dan semua itu hanya untukku..
Dan hanya aku yang merasa..

Dan dengan suara tipis seringan kapas kau berujar..
(Dalam untaian kalimat Memudar dan Hilang tak berjejak tergilas waktu)

“Untukmu kan ku curahkan air,
dari awan kegelapan meluncur deras jatuh kebawah,
membanjiri tanah gersang bak padang gurun,
tuk menghapus dahaga,
hingga menjadi sungai,
yang akan mengalir mengairi debu jiwamu,
yang penuh memar dan patah disetiap penopangnya,
kau akan tumbuh seperti rumput yang tumbuh subur dimusim penghujan,
kau akan tumbuh dan akan terus tumbuh,
layaknya rumput yang memenuhi seluruh tanah di Negri ini”

Apakah kau tahu darimana semua kisah romantis ini bermula?
dan
Apakah kau tahu dan mengerti aku
Seperti yang biasa selalu kau ucapkan dari bibir manismu kepada ku ?

Bisakah engkau melihat ?
Dapatkah dirimu mendengar ?
Mampukah kamu merasakan ?
Bisikan yang kudengar dalam relung hatiku untuk semua kebaikanmu,
yang telah membuatku buta dalam kekekalan dan tak berpaling kepada dermaga yang lain?

Bisakah, dapatkah, mampukah engkau melihat, mendengar dan merasakan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: