Setetes Air

Setetes air di helai daun, bergelayutan dan perlahan jatuh..
Saat sampai di tanah, terserap hilang tak bersisa..
Seperti itulah perasaanku, terayun-ayun galaunya jawabanmu..
Sehingga terhempas dan menjadi hampa tanpa bekas..

Surya tersaput awan mendung, malas bercahaya..
Kencangnya udara dingin menusuk raga, hingga sukma menggigil..
Di sini Aku terpuruk, dalam pelukan bimbang tingkahmu..
Diam membeku dalam penantian yang menyiksa..

Ketika kau tumpahkan cinta, ke dalam wajan yang sedang panas-panasnya..
Ketika itu pula kau padamkan bara didalam sukmaku..
Saat jiwaku mulai terlena hangatnya cintamu..
Saat itu pula sukmaku terhempas bimbang tingkahmu sikapmu..

Aku terpuruk kini..
Dalam pelukan penuh bimbang menanti jawabmu..
Diam membeku dalam penantian yang menyiksa..

Saat kau berikan cinta, ke dalam jiwa yang haus akan cinta..
Saat kau redupkan api cintamu, ketika hangatnya baru saja membuai..
Jiwaku kini terhempas bimbang tingkahmu..
Membuat jurang dihatiku gemetar dalam pelukan bimbang jawabmu..
Menghancurkan ku di sini dalam gelombang menghanyutkan sikapmu yang bimbang..
Hingga aku membeku dalam sakit tak terkira..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: